Rabu, 02 Mei 2018

Open System Interconnection

Pada akhir tahun 70-an, International Standardization Organization (ISO) membuat standar untuk jaringan komputer karena kondisi jaringan komputer pada kala itu masih amburadul standar tersebut ialah OSI (Open System Interconnection) model. Awalnya, setiap vendor memakai standar model jaringan masing-masing sehingga sangat sulit untuk menghubungkan dua perangkat dari vendor yang berbeda. Pada saat itu Internet Suite (yang sekarang TCP/IP) juga belum begitu berkembang. Oleh karena itu dibuat OSI model untuk mengatasi masalah tersebut.


OSI model terdiri dari 7 lapisan (layer). Layer 1-4 adalah lapisan terbawah yang terfokus pada pemindahan data. Layer 5-7 adalah lapisan atas yang berisi data tingkat aplikasi. Tujuh lapisan tersebut adalah :
  • Layer 7 : Application Layer
  • Layer 6 : Presentation Layer
  • Layer 5 : Session Layer
  • Layer 4 : Transport Layer
  • Layer 3 : Network Layer
  • Layer 2 : Data Link Layer
  • Layer 1 : Physical Layer

Physical Layer (Layer 1)

Pada layer ini terjadi konversi data digital ke analog (melalui tebaga, fiber optic atau wireless) atau sebaliknya. Layer ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, menentukan metode pensinyalan, menentukan arsitektur jaringan dan menentukan topologi jaringan.

Data Link Layer (Layer 2)

Pada layer ini, data-data yang berbentuk bit akan dikelompokkan menjadi format yang disebut frame. Di sini juga terjadi pengalamatan perangkat keras secara fisik seperti MAC Address, proses pengiriman data melalui media, penentuan perangkat-perangkat jaringan beroperasi seperti NIC, Switch layer 2 dan bridge, dan pengoreksian error.

Lapisan ini terbagi menjadi 2 sublayer yaitu Logical Link Control (LLC) dan Media Access Control (MAC). MAC merupakan sublayer yang mampu membagi data-data bit menjadi frame sebelum ditransmisikan dan memegang alamat fisik (MAC Address) untuk jaringan. MAC Address berfungsi untuk mengkooordinasikan akses langsung terhadap Physical Layer dengan metode akses kontrol Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection (CSMA/CD) atau Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance (CSMA/CA). Sedangkan, LLC merupakan bagian dari spesifikasi IEEE 802, dan protokolnya dibuat berdasarkan protokol High-level Data Link Control (HDLC). LLC berfungsi untuk memeriksa kesalahan dan menangani transmisi frame.

Protokol yang sering digunakan pada Data Link Layer adalah :
  • Point to Point Protocol (PPP)
  • Serial Line Internet Protocol (SLIP)

Network Layer (Layer 3)

Layer ketiga dari OSI. Layer ini membungkus bentuk data frame menjadi paket. Layer ini berfungsi untuk mengatur informasi logical address di dalam paket dan mengirimkan paket tersebut ke tujuannya masing-masing. Layer ini juga berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket, dan melakukan routing melalui internetworking data pada layer diatasnya (Transport Layer). 

Protokol yang sering dipakai di layer ini adalah
1. IP (Internetworking Protocol), digunakan untuk menstransportasikan data dalam-dalam paket yang disebut datagram.
2. ARP (Address Resulotion Protocol), digunakan untuk mengetahui alamat IP berdasarkan alamat fisik dari sebuah komputer.
3. RARP (Reverse Address Resulotion Protocol), digunakan untuk mengetahui alamat fisik melalui IP komputer.
4. ICMP (Internet Control Message Protocol), digunakan oleh sejumlah host untuk mengirim notifikasi datagram yang mengalami masalah pada hostnya.
5. IGMP (Internet Group Message Protocol), digunakan untuk memberi fasilitas message yang simultan kepada group penerima.

Transport Layer (Layer 4)

Transport Layer merupakan lapisan dimana terjadi pemecahan data ke dalam paket-paket data yang kemudian diberi nomor urut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Layer ini berfungsi untuk mengetahui bahwa paket telah diterima atau tidak dan berfungsi pula untuk mentransmisikan ulang paket-paket yang hilang di tengah jalan.

Protokol yang sering dipakai di layer ini adalah :
  • Transmission Control Protocol (TCP)
  • User Datagram Protocol (UDP)

Session Layer (Layer 5)

Layer sesi adalah layer yang mendefinisikan bagaimana komunikasi dimulai, dikontrol, dan dihentikan. Layer ini berfungsi untuk mensinkronisasi pertukaran data antar komputer, membuat struktur sesi komunikasi, dan beberapa masalah yang berkaitan langsung dengan percakapan antarnode yang saling terhubung pada jaringan. Layer ini juga bertugas untuk menetapkan port-port komunikasi.

Protokol yang biasanya dipakai pada layer ini adalah :
  • Appletalk Data Stream Protocol (ADSP)
  • Printer Acces Protocol (PAP)
  • Session Protocol Data Unit (SPDU)

Presentation Layer (Layer 6)

Presentation Layer adalah lapisan yang bertugas sebagai penerjemah data yang hendak ditranmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan lewat jaringan. Selain itu, layer ini juga bertugas untuk menentukan format data yang dikirim atau diterima, menentukan struktur data, serta mengatur data transfer syntax bagi Application Layer.

Layer ini biasanya menggunakan protokol :
  • SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
  • SNMP (Simple Network Management Protocol)

Application Layer (Layer 7)

Layer aplikasi berperan sebagai antarmuka dengan aplikasi dan fungsionalitas jaringan. Layer ini mampu mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan dan juga mampu membuat pesan-pesan kesalahan.

Protokol yang sering digunakan pada layer ini adalah HTTP, FTP, Telnet, SNMT, dan NFS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Open System Interconnection Pada akhir tahun 70-an, International Standardization Organization  (ISO) membuat standar untuk jaringan k...